HTML Close Window Code from Quackit.com

Kamis, 12 Januari 2012

Penggabungan STIKIP Nuu War Masih Terkendala MoU

Mahasiswa STIKIP Nuu War yang melakukan demo damai dan bertahan selama dua hari di Panggung Hiburan depan Rumah Dinas Bupati Fakfak, belum bisa bernafas lega. Perjuangan mereka untuk mendapatkan status sarjana dari STIKIP Nuu War, masih menemui jalan berkelok. Setidaknya, hal ini nampak dari hasil pertemuan antara mahasiswa dan pengurus STIKIP Nuu War yang berlangsung kemarin (11/1) di panggung hiburan depan Rumah Dinas Bupati Fakfak, tempat mahasiswa melangsungkan aksi damainya.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Ketua STIKIP Nuu War, Khalek Woretma, yang didampingi oleh dua orang pengurus lainnya, serta sekitar 30 mahasiswa.
Pertemuan ini sendiri diadakan setelah pengurus STIKIP Nuu War berdialog dengan Pansus DPRD yang menangani masalah STIKIP NUU War, di Gedung DPRD.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa, rencana penggabungan perkuliahan mahasiswa STIKIP Nuu War dengan STIKIP Muhammadiyah Manokwari dan STIKIP di Ternate, masih menunggu penadatanganan MoU. Malah kabarnya, MoU dengan STIKIP di Ternate yang menggabungkan mahasiswa program studi IPS/geografi,, masih taraf pembuatan draf MoU.
Ketua STIKIP Nuu War, Khalek Woretma mengatakan, “Ada salah satu persyaratan yang diharuskan ada, yaitu hibah tanah kampus STIKIP Nuu War, belum dapat kami peroleh. Untuk itu, masalah ini akan kita bahas saat pertemuan dengan Bupati nanti.”
Mahasiswa sendiri menghendaki agar MoU dengan STIKIP Muhammadiyah Manokwari dan STIKIP di Ternate dapat berjalan bersamaan.
“Kami meminta agar pengurus untuk mengurus MoU tersebut bersamaan. Tidak boleh lebih mengutamakan salah satunya, sebab akan menimbulkan efek tidak baik di kalangan mahasiswa. Sehingga tidak ada  program studi yang merasa lebih diutamakan dibanding program studi lainnya.” Ujar salah satu mahasiswa.
Usai pertemuan tersebut, mahasiswa yang bertahan dengan aksi damainya membubarkan diri dari Panggung Hiburan.
Perlu diketahui, pada Selasa (10/1) lalu, sekitar 50 mahasiswa STIKIP Nuu War mengawali aksi damai dengan berjalan kaki menuju Gedung DPRD Kabupaten Fakfak, guna mengadukan masalah STIKIP Nuu War yang belum juga menemukan titik temu.
Mahasiswa menanyakan lambannya penanganan masalah STIKIP Nuu War yang belum juga memperoleh ijin operasional. Padahal, Pansus DPRD yang dibentuk berkenaan dengan masalah tersebut, pernah menyampaikan bahwa masalah ijin operasional akan keluar pada pertengahan Desember tahun lalu. Selain itu, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi mogok makan dan melaporkan semua oknum yang terlibat dalam dugaan korupsi 12,4 miliar kepada penegak hukum, serta mengancam akan mengerahkan mahasiswa dan orang tua mahasiswa dalam jumlah yang lebih besar lagi.
Ayuba Palembang, anggota DPRD Fakfak yang menemui mahasiswa merasa prihatin dengan permasalahan STIKIP Nuu War yang belum juga kelar dan meminta agar mahasiswa tetap memiliki semangat yang tinggi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Usai memberikan surat pernyataan kepada anggota dewan tersebut, mahasiswa berjalan kaki menuju Panggung Hiburan di depan Rumah Dinas Bupati Fakfak, yang berjaraj sekitar 2 km dari gedung DPRD.
Setiba di Panggung Hiburan, keinginan mahasiswa untuk bertemu dengan Bupati Fakfak tidak kesampaian, karena Bupati sedang di luar daerah. Demikian juga dengan keinginan mahasiswa untuk bertemu dengan Ketua Yayasan yang mengelola STIKIP Nuu War, belum terpenuhi. Alhasil, mahasiswa hanya ditemui Kepala Satpol PP Pemkab Fakfak. (wah)

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Post

LABELS & RECENT POST

Loading...

FB Fan Page